Pandeglang,masviral.co.id – Kondisi memprihatinkan terlihat pada proyek jalan cor beton di wilayah Kecamatan Patia,
Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten.
Meski belum genap satu tahun selesai dibangun, sebagian badan jalan dilaporkan mengalami kerusakan akibat amblasnya struktur penahan di bahu jalan.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu (8/4/2026), bahu jalan tampak longsor cukup dalam. Struktur bronjong yang berfungsi sebagai penahan tanah terlihat tidak lagi stabil, sehingga material tanah di bawah badan jalan tergerus air sungai Cimoyan.
Akibatnya, sebagian badan jalan tampak menggantung dan berpotensi membahayakan pengguna jalan, khususnya kendaraan roda empat atau lebih termasuk roda dua yang melintas di lokasi tersebut.
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi sebelumnya, diketahui pekerjaan tersebut merupakan Rehabilitasi Ruas Jalan Surianeun – Pasir Gadung, Desa Cimoyan, Kabupaten Pandeglang yang dikerjakan oleh CV. Masa Agung Jaya.
Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp9.377.518.000, dengan waktu pelaksanaan selama 180 hari kalender, terhitung sejak 17 Juni 2025, dan bersumber dari APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2025.
Di lapangan, susunan batu bronjong terlihat bergeser dan sebagian mengalami penurunan. Kondisi tanah di bahu jalan juga tampak terkikis, yang diduga dipengaruhi oleh aliran air cukup deras di sekitar lokasi.
Sejumlah warga menyebutkan kerusakan mulai terlihat tidak lama setelah proyek selesai dikerjakan.
Kepada media, Ahmad Sasmita Ketua DPK Kebangkitan Rakyat Berjuang Nasional (Karaben) Republik Indonesia (RI) Kabupaten Pandeglang menyampaikan keprihatinannya dan meminta adanya penanganan segera.
“Ini sangat disayangkan, belum setahun sudah rusak. Apalagi nilainya cukup besar, seharusnya bisa lebih kuat dan bertahan lama,” ujarnya Ahmadi.
Ia menambahkan bahwa faktor lingkungan seperti arus air seharusnya telah diperhitungkan dalam perencanaan teknis sejak awal.
“Kalau memang ada potensi arus deras sungai, harusnya sudah diantisipasi dalam desain konstruksi,” katanya.
Ia berharap pihak pelaksana proyek bersama instansi terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), segera turun tangan melakukan evaluasi dan perbaikan.
“Kami berharap segera diperbaiki dan dirampungkan agar tidak membahayakan pengguna jalan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait masih dalam upaya dikonfirmasi untuk memberikan penjelasan resmi terkait penyebab kerusakan serta langkah penanganan yang akan dilakukan.
Media Masviral.co.id akan terus menelusuri perkembangan informasi guna menghadirkan pemberitaan yang berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan.
(YEN)


























