SERANG,masviral.co.id – Tamparan keras buat Gubernur Banten Andra Soni! Ketua Umum Gerakan Moral Anti Kriminalitas (GMAKS), Saeful Bahri, terang-terangan kasih rapor merah. Gubernur dinilai cuma jago bangun pencitraan di media sosial, tapi nol besar saat hadapi keluhan nyata dari masyarakat.
Saeful menyebut orang nomor satu di Banten itu tidak tanggap dan cenderung menutup diri dari masukan Ormas. Padahal, sejumlah temuan anggaran janggal di OPD sudah coba dilaporkan langsung, tapi hasilnya: ZONK.
Fast Response Cuma di Medsos?
Saeful soroti kontradiksi mencolok sikap Gubernur di dunia nyata vs dunia maya. Akun resmi Gubernur kelihatan super sigap balesin keluhan warga di medsos. Tapi giliran dikonfirmasi Ormas secara resmi, langsung hilang ditelan bumi.
“Semenjak menjabat Ketua DPRD Banten hingga jadi Gubernur, kesannya hanya membangun gaya fast response di medsos. Terlihat sangat peduli dan cepat menanggapi masalah rakyat,” ujar Saeful, Minggu (26/4/2026).
“Tapi faktanya, saat kami dari Ormas mencoba klarifikasi atau lapor temuan lewat seluler, hasilnya nihil. Tidak pernah ditanggapi,” semprotnya.
Di-chat Budek, Ditelepon Nggak Diangkat
Saeful beberkan, dirinya sudah berulang kali hubungi Gubernur via WA dan telepon. Topiknya serius: dugaan pemborosan anggaran yang lagi rame. Hasilnya? Sama sekali gak direspons.
“Di-chat tidak pernah dijawab, ditelepon pun tidak pernah diangkat. Padahal yang kami bawa data serius mengenai uang rakyat. Sikap abai ini menunjukkan Gubernur Banten diduga tidak tanggap terhadap keluhan dan pelaporan dari Ormas,” tegas Saeful.
Jangan Anti-Kritik, Jangan Pilih-pilih Isu
GMAKS menilai sikap “bungkam” ini bahaya. Peran masyarakat buat ngawasi pemerintahan jadi terhambat. Gubernur sebagai pemimpin, kata Saeful, harusnya buka ruang dialog seluas-luasnya, apalagi buat kritik yang membangun.
“Seorang pemimpin tidak boleh anti-kritik atau hanya memilih-milih isu yang menguntungkan citranya saja. Jika konfirmasi resmi dari lembaga saja tidak dihargai, wajar publik bertanya-tanya, ada apa dengan keterbukaan informasi di Pemprov Banten. Jangankan masyarakat bawah, kami dari Lembaga saja kesulitan untuk berkomunikasi,” ungkapnya geram.
Ancaman Aksi Massa
Saeful gak main-main. Kalau pola komunikasi ini gak dibenerin, GMAKS bareng koalisi masyarakat sipil siap turun ke jalan. Tuntutannya satu: transparansi dan akuntabilitas kepemimpinan di Banten.
“Jangan hanya manis di medsos, tapi pahit di realita. Kami butuh pemimpin yang berani berdialog, bukan yang hanya lihai memoles konten,” pungkas Saeful Bahri.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Gubernur Banten Andra Soni terkait tudingan GMAKS tersebut.
Bagus
























